Artikel Perdagangan Internasional
Oleh: Apriliva Salsa Bila P (2018020145)
Perdagangan Internasional adalah
perdagangan yang dilakukan suatu Negara dengan Negara lain atas dasar saling
percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya
dilakukan oleh Negara maju saja, namun juga Negara berkembang. Perdagangan
internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Dibanyak Negara,
perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan
GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun.
Dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan
beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong
industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi dan kehadiran perusahaan
multinasional.
Menurut Amir M.S, bila dibandingkan
dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional
sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena
adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya
dengan adanya bea, tarif, atau kuota barang impor. Akan tetapi dibalik dari
kerumitan mengenai perdagangan internasional, ada beberapa manfaat yang dapat
diambil dari perdagangan internasional tersebut.
Menurut Sadono Sukirno, manfaat
perdagangan Internasional adalah sebagai berikut:
- Menjalin persahabatan antar negara.
- Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri.
- Memperoleh keuntungan dari spesialisasi.
- Memperluas pasar dan menambah keuntungan.
- Transfer teknologi modern.
Selain manfaat, banyak faktor yang
mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, diantaranya sebagai
berikut :
- Faktor alam atau potensi alam.
- Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
- Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
- Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah
- Sumber daya ekonomi.
- Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
- Adanya perbedaan keadaan seperti sumberdaya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
- Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
- Keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
Kebijakan-Kebijakan
Perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional memiliki
beberapa kebijakan yang harus dilakukan, agar dapat berjalan dengan baik dan
tidak menimbulkan kesalahan antar negara. Beberapa kebijakan tersebut adalah
sebagai berikut:
- Tarif, Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Misalnya $6 untuk setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tariff 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.
- Subsidi Ekspor, Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri. Seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor). Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.
- Pembatasan Impor, Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor. Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan. Misalnya, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan mengimpor keju, masing-masing yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota untuk setiap perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya.
- Persyaratan Kandungan Lokal, Persyaratan kandungan lokal (local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an. Dalam kasus lain, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilali tambah domestic. Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods). Di amerika serikat rancangan undang-undang kandungan local untuk kendaraan bermotor diajukan tahun 1982 tetapi hingga kini berlum diberlakukukan.
- Subsidi Kredit Ekspor, Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli. Amerika Serikat seperti juga kebanyakan negara, memilki suatu lembaga pemerintah, export-import bank (bank Ekspor-impor) yang diarahkan untuk paling tidak memberikan pinjaman-pinjaman yang disubsidi untuk membantu ekspor.
- Pengendalian Pemerintah (National Procurement), Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor. Contoh yang klasik adalah industri telekomunikasi Eropa. Negara-negara mensyaratkan eropa pada dasarnya bebas berdagang satu sama lain. Namun pembeli-pembeli utama dari peralatan telekomunikasi adalah perusahaan-perusahaan telepon dan di Eropa perusahaan-perusahaan ini hingga kini dimiliki pemerintah, pemasok domestic meskipun jika para pemasok tersebut mengenakan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok-pemasok lain. Akibatnya adalah hanya sedikit perdagangan peralatan komunikasi di Eropa.
- Dampak Positif Perdagangan Internasional
:
Berikut ini beberapa
dampak positif perdagangan internasional, yaitu:
1. Saling
membantu memenuhi kebutuhan antarnegara.
2. Meningkatkan
produktivitas usaha.
3. Mengurangi
pengangguran.
4. Menambah
pendapatan devisa bagi Negara.
5. Mendorong
kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi.
- Dampak Negatif Perdagangan Internasional
Selain
dampak positif, perdagangan internasional juga memberikan dampak negatif bagi
perekonomian Indonesia. Berikut ini beberapa dampak negatif dari perdagangan
internasional, yaitu:
1. Adanya
ketergantungan dengan negara-negara pengimpor.
2. Masyarakat
menjadi konsumtif.
3. Mematikan
usaha-usaha kecil.
4. Kualitas
sumber daya yang rendah.
5. Pembayaran
antar negara menjadi sulit dan memiliki resiko yang besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar